Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
365 hari...
365 hari, telah berlalu...
365 hari telah berlalu, semenjak aku merasakan getirnya perpisahan...
365 hari telah berlalu semenjak aku merasakan getirnya perpisahan, dan kegetiran itu menjadi bertambah pahit saat aku merasakan kehilangan...
Dan aku tak pernah berharap dapat merasakan kembali getirnya perpisahan dan pahitnya kehilangan...
Tetapi aku sadar bahwa suatu saat aku akan merasakan kembali pahit getirnya perpisahan dan kehilangan...
Walau aku tak pernah berharap saat itu adalah 365 hari setelah hatiku merasakan pahit getirnya perpisahan dan kehilangan yang sampai saat ini masih meninggalkan jejak panjang di dalam hatiku.
Jejak yang telah tersapu ombak manisnya kebahagiaan dan nikmatnya kebersamaan yang telah aku rasakan selama 365 hari ini, hanya tinggal menyisakan jejak panjang yang samar, tetapi hari ini jejak itu seakan di ukir kembali oleh alunan langkah kaki yang berjalan perlahan, menapak dengan irama yang semakin lama semakin kabur, semakin tenggelam, dan akhirnya menghilang di tengah deruan ombak, meninggalkan aku.
Matahari menghilang, diiringi dengan menghitamnya langit, ombak perlahan memperlambat tabuhannya, kemudian mengelus kakiku, lembut, berirama dengan irama yang halus, pelan, seakan ikut merasakan apa yang hatiku rasakan.
Aku duduk termenung di pesisir, menatap jejak panjang yang telah kembali terukir, di payungi oleh langit yang hitam, di temani irama ombak yang seakan merasakan apa yang aku rasakan sambil diiringi nyanyian pesisir malam.
Hatiku sempat gundah, bergejolak, memecahkan irama yang ada di pesisir malam itu.
Tak lama, angin yang berlalu, sayup-sayup sampai, mengelus wajahku, kemudian merangkul pundakku, menenangkan aku.
Angin itu seakan meraba kedalam hatiku, menyejukkan kegundahan hatiku, menenangkan gejolak hatiku, sehingga irama malam itu kembali dapat kurasakan menemaniku.
Cahaya bulan sesaat menyinari pesisir, cahayanya redup, tetapi menambah jelas jejak panjang di sepanjang pesisir, membuatku tambah meratapinya.
Hatiku menunduk, menangis, aku tak mampu menahan tangisan hatiku, kedua mataku pun ikut menangis, menangis bersama hatiku.
Tak ada air mata yang berjatuhan, mereka mengalir dari kedua sudut mataku, mengalir membasuh pipiku, membasahi wajahku, seakan ingin menyampaikan kedukaan pada wajahku, wajahkupun menerima isyarat tersebut, sampai air mataku berakhir di bawah daguku, jatuh menetes, dan membasahi pasir yang ada di bawahnya.
Lautan menyaksikkanku, langit yang hitampun menyaksikkanku, angin yang merangkulku menyaksikkanku.
Mereka semua terdiam, lautan tidak mengelus kakiku lagi, langit hitam menutupi bulan dan menenggelamkannya, cahaya redup yang sebelumnya menyinari jejak tersebut menghilang bersama dengan bulan tersebut, angin yang merangkulku meninggalkanku, meninggalkanku dalam kesendirianku, dalam kesedihanku.
Tetapi mereka tetap menyaksikkan aku malam itu, tiba-tiba ada air yang menetes di pipiki yang telah di basahi air mataku, dingin kurasakan di pipiku, kurebahkan tubuhku di atas pasir, ku tatap langit, hitam legam, kemudian tetesan air menyapaku, jatuh di tubuhku, menyampaikan pesan duka dari langit.
Aku rasakan dinginnya air itu, mendera tubuhku terus menerus, tanpa henti.
Hatiku mendengar terompet yang di tiup dari atas langit, seakan memerintahkan angin menyapu pesisir yang telah di landa hujan malam itu, menyapuku, tambah ku rasakan dinginnya malam itu, sangat dingin, tetapi aku tak bergerak, aku menghormati ucapan duka dari malam itu, mereka ikut berkabung bersamaku malam itu.
Aku menutup mataku, tubuhku yang telah kedinginan lambat laun dapat menikmati malam itu, hujan di malam itu menyelimutiku, angin malam mengelus keningku, menenggelamkanku dalam malam yang berkabung, mengistirahatkan tubuhku, jiwaku, dan hatiku.
Cahaya hangat membangunkanku dari istirahatku, deruan ombak yang riang menyapaku, angin lembut membantuku mengumpulkan pikiranku.
Saat aku sadar, aku menerima semua kebaikan yang telah pesisir itu berikan pagi itu.
Aku menatap jejak panjang yang kemarin telah terukir jelas, jejak itu sudah kacau, terputus, bahkan ada yang hilang, saatku mengingat kembali, hujan semalam telah mengisi jejak tersebut, ombak semalam menyapunya, dan angin malam menutupnya.
Apa yang terjadi? Ribuan pertanyaan seperti itu mengisi pikiranku.
Angin pagi itu seakan mengulurkan tangannya dan membangunkanku, membuatku berdiri, irama pagi itu seakan nyanyian yang syarat akan pesan di telingaku.
Aku mendengarkan pesan itu, mataku terbelalak, wajahku terperangah, aku di sadarkan pagi itu bahwa aku hanya akan merasakan pahit getir dan dinginnya perpisahan dan kehilangan jika aku hanya duduk termenung setiap malam di pesisir itu meratapi jejak yang telah terukir.
Akalku kembali bekerja, aku sadar, aku harus tetap berjalan, berlari mengejar asaku, masih banyak pesisir di hatiku, masih banyak matahari di hatiku, dan semakin banyak, aku tak perlu mengejar jejak yang terukir dalam di pesisir-pesisir di hatiku, aku hanya perlu terus berlari mengejar asaku, menggapai mimpiku, dan menggenggam matahari, kelak hatiku akan mengantarku kepada pemilik kaki-kaki yang telah melangkah di pesisir hatiku dan meninggalkan jejak tapaknya di sana.
Yang terpenting aku harus siap untuk bertemu dengan mereka di hari itu, di saat itu, di saat hatiku mengentarkan mereka padaku, dan aku harus sudah dapat tersenyum lebar di hari itu.
Billahittaufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Juni 2010
Selasa, 23 Juni 2009
Sampai Jumpa Lagi
Bismillaahirrahmaanirrahim...
Jangan bertanya mengapa tulisan kali ini berjudul "Sampai Jumpa Lagi" karena aku tidak mau mengucapkan "Selamat Tinggal"!!!
Pada posting kali ini, penulis ingin mengisahkan sesuatu peristiwa yang atas izin Allah kemungkinan akan terjadi. Peristiwa ini adalah peristiwa yang belum pernah sama sekali dialami oleh penulis bernama lengkap Adhika Widya Sena yang berusia 14 tahun pada tanggal 01 Agustus 2009 ini.
Mungkin, posting ini busa dibilang sebagai curhat masal, tetapi penulis tidak memikirkan hal itu, penulis hanya ingin menuangkan rasa kesedihan dan kekecewaannya atas kejadian yang akan terjadi ini.
Penulispun tidak memikirkan mengenai komentar atau tanggapan orang lain mengenai posting yang akan di tulis oleh penulis.
Pada posting ini penulis ingin menuangkan apa yang dirasakannya di akhir tahun sekolah penulis. Dan penulis memohon maaf yang sebsar-besarnya jika tulisan ini tidak bermakna bagi pembaca atau menjenuhkan atau berbelit-belit atau bahkan membuang waktu pembaca.
Seorang dan satu-satunya orang yang ingin penulis ceritakan adalah orang yang akan segera meninggalkan penulis walaupun tidak untuk selamanya.
Tetapi dia tidak akan adalagi setiap hari untuk penulis karena satu hal yang sangat dan bahkan tidak pernah diharapkan oleh penulis yang telah diketahui oleh segenap teman penulis dan orang tersebut.
Pada awal mendengar berita mengenai hal tersebut, penulis sangat sedih dan bisa dibilang sangat kaget karena itu sangat diluar apa yang penulis bayangkan mengenai perjalanan kehidupan penulis.
Dan sikap pertama yang diamkbil penulis adalah mengkonfirmasi berita tersebut kepada orang yang bersangkutan, memang orang tersebut mengatakan bahwa itu hanyalah suatu kemungkinan yang juga tidak diinginkan oleh orang tersebut. Awalnya penulis sempat bernafas lega karena beberapa waktu kemudian berita tersebut tidak terdengar lagi untuk jangka waktu yang lama.
Tetapi, berita tersebut kembali muncul ke permukaan, tiap kali berita tersebut kembali muncul ke permukaan, penulis selalu memastikan berita tersebut ke semua orang yang penulis kira mengetahui hal tersebut bahkan yang hanya mengetahuinya sedikit saja.
Tetapi di sore ini, penulis mendapat kepastian bahwa berita tersebut benar-benar akan terjadi, penulis seperti mendapat tamparan yang sangat keras dan mata serta hati penulis menyadari bahwa harus ada sesuatu yang penulis berikan sebagai persembahan terakhir dari diri penulis.
Dalam posting ini penulis juga bermaksud untuk menjadikannya sebagai persembahan terakhir dari diri penulis.
Sebenarnya orang yang akan meninggalkan penulis adalah orang yang telah penulis kenal baik dari luar maupun pribadi dalam dirinya yang tidak mungkin penulis ceritakan dari awal perkenalan penulis dengan dirinya sampai sekarang dalam tulisan yang sangat singkat ini untuk menggambarkan perjalanan kehidupan penulis dengan orang tersebut selama sekitar lebih dari tujuh tahun ini.
Sosok yang penulis kenal ini adalah sosok yang sangat-sangat baik dan mendekati kesempurnaan(mengingat tidak ada yang sempurna di dunia) bukan hanya dari penampilan fisiknya, tetapi juga dari pribadinya. Dia baik, mudah memaafkan orang lain, tidak memilih-milih teman, terkadang tingkah lakunya membuat penulis tertawa atau setidaknya tersenyum bahagia, semua kesibukan, aktivitas, dan masalah penulis percaya atau tidak dapat hilang dan leyap dengan melihat parasnya, mendengar suara yang sangat tidak asing di telinga penulis, atau bahkan hanya melihat tulisannya baik di dunia maya ataupun melalui pesan singkat.Saatnya penulis berbicara yang sesungguhnya.
Terkadang aku bingung, kenapa perasaan dan tanggapan hatiku terhadap suatu persoalan, selalu perasaan dan perhatianku lebih mengarah pada persoalan mengenai dirinya.
Aku pun tidak bisa menjelaskan mengapa dia bisa membuat perasaanku bercampur aduk dan berubah total sewaktu-waktu.
Terkadang aku menitihkan air mataku karena mengingat paras dan kelakuannya padaku.
Terkadang aku bisa merelakannya untuk pergi meninggalkanku.
Terkadang aku merasa kosong jika tidak mendengar suaranya di hari yang cerah.
Terkadang aku berpikir?
Dapatkah aku membuatnya bahagia disampingku?
Bahkan terkadang aku berpikir bahwa aku sebaiknya menjauh dari kehidupannya agar dia dapat hidup lebih bahagia.
Tetapi tean-temanku mengatakan aku dan dia sudah cocok.
Tetapi apakah itu benar?
Sebenarnya aku merasa 7 tahun ini aku sia-siakan.
Jika memang benar begitu, mengapa aku baru menyadarinya?
Apakah ini memang telah jalanku?
Atau memang selama ini aku yang dibutakan oleh waktu?
Karena aku merasa tidak melakukan apa-apa selama ini.
Tetapi serentetan peristiwa yang menimpaku selama ini membuatku sadar... Bahwa "Tak ada yang abadi"Dan untuknya, aku hanya bisa mengatakan "Tak ada yang bisa..... gantikan dirimu....."
Sepertinya cukup untuk mengisahkan kesedihanku, karena aku tidak ingin kembali dibutakan oleh waktu dan berlarut-larut dalam kesedihan ini.....
Aku tidak boleh menambah kesedihanku yang telah memuncak ini dan aku juga tidak boleh menambah kesedihannya.....
Dan terima kasih aku ucapkan pada seluruh teman yang telah membantuku terutama 3 teman-temanku atau bisa dibilang sahabatku yang telah membantuku selama ini!
A
B
N
Semoga jika kita masih bersama-sama di kelas 9 OK!!!!!!!!!!
*NB: INI SEKALIAN LATIHAN BUAT SAJAK, HAHAHA, JADI NANGGEPINNYA JANGAN AGAK LEBAI YA.....
Jangan bertanya mengapa tulisan kali ini berjudul "Sampai Jumpa Lagi" karena aku tidak mau mengucapkan "Selamat Tinggal"!!!
Pada posting kali ini, penulis ingin mengisahkan sesuatu peristiwa yang atas izin Allah kemungkinan akan terjadi. Peristiwa ini adalah peristiwa yang belum pernah sama sekali dialami oleh penulis bernama lengkap Adhika Widya Sena yang berusia 14 tahun pada tanggal 01 Agustus 2009 ini.
Mungkin, posting ini busa dibilang sebagai curhat masal, tetapi penulis tidak memikirkan hal itu, penulis hanya ingin menuangkan rasa kesedihan dan kekecewaannya atas kejadian yang akan terjadi ini.
Penulispun tidak memikirkan mengenai komentar atau tanggapan orang lain mengenai posting yang akan di tulis oleh penulis.
Pada posting ini penulis ingin menuangkan apa yang dirasakannya di akhir tahun sekolah penulis. Dan penulis memohon maaf yang sebsar-besarnya jika tulisan ini tidak bermakna bagi pembaca atau menjenuhkan atau berbelit-belit atau bahkan membuang waktu pembaca.
Seorang dan satu-satunya orang yang ingin penulis ceritakan adalah orang yang akan segera meninggalkan penulis walaupun tidak untuk selamanya.
Tetapi dia tidak akan adalagi setiap hari untuk penulis karena satu hal yang sangat dan bahkan tidak pernah diharapkan oleh penulis yang telah diketahui oleh segenap teman penulis dan orang tersebut.
Pada awal mendengar berita mengenai hal tersebut, penulis sangat sedih dan bisa dibilang sangat kaget karena itu sangat diluar apa yang penulis bayangkan mengenai perjalanan kehidupan penulis.
Dan sikap pertama yang diamkbil penulis adalah mengkonfirmasi berita tersebut kepada orang yang bersangkutan, memang orang tersebut mengatakan bahwa itu hanyalah suatu kemungkinan yang juga tidak diinginkan oleh orang tersebut. Awalnya penulis sempat bernafas lega karena beberapa waktu kemudian berita tersebut tidak terdengar lagi untuk jangka waktu yang lama.
Tetapi, berita tersebut kembali muncul ke permukaan, tiap kali berita tersebut kembali muncul ke permukaan, penulis selalu memastikan berita tersebut ke semua orang yang penulis kira mengetahui hal tersebut bahkan yang hanya mengetahuinya sedikit saja.
Tetapi di sore ini, penulis mendapat kepastian bahwa berita tersebut benar-benar akan terjadi, penulis seperti mendapat tamparan yang sangat keras dan mata serta hati penulis menyadari bahwa harus ada sesuatu yang penulis berikan sebagai persembahan terakhir dari diri penulis.
Dalam posting ini penulis juga bermaksud untuk menjadikannya sebagai persembahan terakhir dari diri penulis.
Sebenarnya orang yang akan meninggalkan penulis adalah orang yang telah penulis kenal baik dari luar maupun pribadi dalam dirinya yang tidak mungkin penulis ceritakan dari awal perkenalan penulis dengan dirinya sampai sekarang dalam tulisan yang sangat singkat ini untuk menggambarkan perjalanan kehidupan penulis dengan orang tersebut selama sekitar lebih dari tujuh tahun ini.
Sosok yang penulis kenal ini adalah sosok yang sangat-sangat baik dan mendekati kesempurnaan(mengingat tidak ada yang sempurna di dunia) bukan hanya dari penampilan fisiknya, tetapi juga dari pribadinya. Dia baik, mudah memaafkan orang lain, tidak memilih-milih teman, terkadang tingkah lakunya membuat penulis tertawa atau setidaknya tersenyum bahagia, semua kesibukan, aktivitas, dan masalah penulis percaya atau tidak dapat hilang dan leyap dengan melihat parasnya, mendengar suara yang sangat tidak asing di telinga penulis, atau bahkan hanya melihat tulisannya baik di dunia maya ataupun melalui pesan singkat.Saatnya penulis berbicara yang sesungguhnya.
Terkadang aku bingung, kenapa perasaan dan tanggapan hatiku terhadap suatu persoalan, selalu perasaan dan perhatianku lebih mengarah pada persoalan mengenai dirinya.
Aku pun tidak bisa menjelaskan mengapa dia bisa membuat perasaanku bercampur aduk dan berubah total sewaktu-waktu.
Terkadang aku menitihkan air mataku karena mengingat paras dan kelakuannya padaku.
Terkadang aku bisa merelakannya untuk pergi meninggalkanku.
Terkadang aku merasa kosong jika tidak mendengar suaranya di hari yang cerah.
Terkadang aku berpikir?
Dapatkah aku membuatnya bahagia disampingku?
Bahkan terkadang aku berpikir bahwa aku sebaiknya menjauh dari kehidupannya agar dia dapat hidup lebih bahagia.
Tetapi tean-temanku mengatakan aku dan dia sudah cocok.
Tetapi apakah itu benar?
Sebenarnya aku merasa 7 tahun ini aku sia-siakan.
Jika memang benar begitu, mengapa aku baru menyadarinya?
Apakah ini memang telah jalanku?
Atau memang selama ini aku yang dibutakan oleh waktu?
Karena aku merasa tidak melakukan apa-apa selama ini.
Tetapi serentetan peristiwa yang menimpaku selama ini membuatku sadar... Bahwa "Tak ada yang abadi"Dan untuknya, aku hanya bisa mengatakan "Tak ada yang bisa..... gantikan dirimu....."
Sepertinya cukup untuk mengisahkan kesedihanku, karena aku tidak ingin kembali dibutakan oleh waktu dan berlarut-larut dalam kesedihan ini.....
Aku tidak boleh menambah kesedihanku yang telah memuncak ini dan aku juga tidak boleh menambah kesedihannya.....
Dan terima kasih aku ucapkan pada seluruh teman yang telah membantuku terutama 3 teman-temanku atau bisa dibilang sahabatku yang telah membantuku selama ini!
A
B
N
Semoga jika kita masih bersama-sama di kelas 9 OK!!!!!!!!!!
*NB: INI SEKALIAN LATIHAN BUAT SAJAK, HAHAHA, JADI NANGGEPINNYA JANGAN AGAK LEBAI YA.....
Delay yang Sadis pt. 2
Alhamdulillahhi rabbil 'alamin.....Meskipun delay yang katanya hanya sampai pukul 14.00 itu tidak benar, tetapi saya dan keluarga saya tetap bersyukur karena delay itu hanya sampai pukul 14.47.
Pada pukul 14.47 langsung ada panggilan bagi para penumpang untuk segera boarding ke pesawat udara, ketika memasuki kabin pesawat, seorang pramugari dan pilot atau kopilot meminta maaf kepada segenap penumpang karena delay yang tidak lama(tetapi terlalu lama bahkan sadis ini).
Karena penumpang dari bandara internasional Sukarno-Hatta hanya sedikit, maka maskapai tersebut memutuskan untuk melakukan transit di salah satu daerah yang dapat memenuhi keseluruhan pesawat dengan jumlah penumpang yang telah menunggu dan juga mengelamai delay dengan waktu yang relatuf sama dengan kami, padahal jika pesawat yang kami tumpangi ini langsung terbang menuju tempat tujuan kami, kami dapat menghemat waktu sekitar 1-2 jam menurut perkiraan yang telah saya lakukan.
Mungkin maskapai tersebut merasa bersalah pada kami sehingga setelah pesawat mencapai posisi stabil menuju ke tempat transit, mereka langsung membagikan santapan untuk kami semua.
Oh ya, sebelum terlalu jauh saya ingin memohon maaf mengenai beberapa hal:
1. Karena tidak ol sesering dan selama biasanya(disebabkan oleh waktu di tempat ini dengan tanah airku tumpah darah ibu pertiwi merah darahku dan putih seputih tulangku, Indonesia sehingga saya harus menyesuaikan waktu)(karena saya melakukan kunjungan ke berbagai tempat dari pagi hingga sore atau malam)
2. Karena tidak melakukan posting ASAP/As Soon As Posible(disebabkan oleh internet yang kemarin sedang bermasalah sehingga posting dan ol baru bisa saya lakukan hari ini, padahal internet disini memiliki kecepatan 54.000.000 bytes/second atau 54 Mbps)
3. Karena Hp saya inactive sampai tanggal 10 Juli 2009 malam.
4. Karena saya insyaAllah baru akan pulang pada tanggal 10 Juli malam.
5. Yang paling penting: karena kita tidak dapat berkumpul lagi bersama PEACE dan sebagian orang yang kita sayangi.
HAHAHA
lanjut.....
saya baru sampai di daerah ini sekitar pukul 10 atau 11 malam, semua kendala, hambatan, dan rasa lelah selama perjalanan Alhamdulillah terbayar sudah dengan keadaan tempat yang saya kunjungi meskipun sudah malam.
saya baru sampai di daerah ini sekitar pukul 10 atau 11 malam, semua kendala, hambatan, dan rasa lelah selama perjalanan Alhamdulillah terbayar sudah dengan keadaan tempat yang saya kunjungi meskipun sudah malam.
Yang membuat saya bingung adalah, mengapa beberapa teman-teman saya bertanya kemana saya pergi. Bagi kalian yang ingin tau, insyaAllah minggu ini akan saya upload sebagian foto yang ada di kamera saya ke facebook saya, bagi orang-orang terbelakang yang tidak mengetahui facebook saya, alamatnya adalah adhikawidyasena@yahoo.com atau klik link dibawah ini:
mengingat dalam kurun 3 hari, baru ada sekitar 230 foto termasuk dokumentasi pribadi saya...(alam, objek wisata, dll)mungkin cukup sekian posting untuk kali ini, dan permohonan maaf yang telah saya tulis di posting ini dan beberapa posting lainnya saya harap jangan hanya dibaca atau hanya menjadi hiasan dunia maya saja tetapi juga diterima dengan hati terbuka.Dan saya ingin mengucapkan selamat untuk Juara 1 di kelas dan Juara 1 di angkatan kita yaitu:
yang lebih unggul 0.51 poin dibanding saya, tetapi saya sudah Alhamdulillah dengan semua yang telah saya raih dikelas 8 ini meskipun saya sangat-sangat terlalu tidak puas dengan semua yang telah saya raih ini, mengingat dikelas 9 kita harus fokus terhadap UJIAN AKHIR NASIONAL(UAN), jangan tanya mengapa hurufnya saya cetak kapital. Selamat menimati hari libur!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
DAN TUNGGU POSTING-POSTING LAINNYA DARI SAYA! HANYA DI...
atau
Jumat, 19 Juni 2009
Delay yang Sadis pt. 1
Ya Allah kenapa delaynya lama sekali? Bahkan jauh diambang batas kesabaran.....
Di posting singkat(insyaAllah) yang saya tulis di komputer di salah satu lounge di Bandara Internasional Sukarno-Hatta ni, saya berniat untuk membagi pengalaman yang bagi saya cukup agak sedikit sadis ini sembari menghabiskan waktu menunggu kepastian(puitis...)
Mestinya hari ini, gw berangkat jalan-jalan bersama adek, nyokap, yangti(nenek), dan yangkong(kakek) gw ke suatu tempat dengan menaiki jasa penerbangan sebuah maskapai yang SEMESTINYA sudah profesional. Ayah saya tidak dapat ikut dalam perjalanan selama 22 hari kedepan ini atau mudahnya, saya baru akan kembali ke tanah air tercinta tumpah darah bumi pertiwi Indonesiaku ini pada 10 Juli 2009 malam.
Dalam penerbangan awal yang dijadwalkan saya akan boarding pada pukul 06.30 pagi ini, kemarin saya mendapat kabar bahwa penerbangan atau boarding akan dilaksanakan pada pukul 09.00, saya sedikit bernafas lega karena setidaknya saya bisa bangun agak lebih siang. Sayapun bangun pukul 04.20 pagi ini, walau sudah kesiangan, tetapi saya segera bersiap-siap dan melaksanakan kewajiban saya, yaitu solat tentunya, lalu, ketika saya membuka hp saya, ternyata orang yang saya sayangi selama ini semalam telah mengirimkan balasan dari sms yang sebelumnya telah saya kirimkan kepadanya, orang tersebut adalah "...". Hahaha, "That's my secret". Never mind!
Setelah itu dengan spontan yang juga sudah merupakan sunatullah, saya membalas smsnya saat itu juga, ternyata dia dengan cepat membalsnya, ketika saya menanyakan kepadanya mengapa dia masih/sudah bangun/terjaga, dia menjawab bahwasannya dia tidak dapat tidur atau susah tidur, akhirnya jadilah saya ber-sms ria dengannya sampai saat ini(pukul 13.21 di lounge) dan mudah-mudahan sampai selamanya...
Akhirnya mengingat waktu dan dikhawatirkan akan terjadi kemacetan di Jakarta maka saya segera mandi dan menyiapkan apa saja yang belum atau lupa saya bawa dan berangkatlah saya menuju airport. Sesampainya di airport, jam masih menunjukan sekitar pukul 07.00 akhirnya kami memutuskan untuk check in(bukan "check in") terlebih dahulu agar kami bisa mendapatkan tempat duduk antara tengah sampai kedepan. Ternyata Allah belum menghendaki, kami mendapatkan baris ke 23 dari keseluruhan 30 baris, karena penumpang lain sudah reserve terlebih dahulu, awalnya kami sempat kecewa tetapi ya sudahlah, let it go.....
Setelah itu kami mengurus segala administrasi yang dibutuhkan untuk selanjutnya menuju ruang boarding, setelah selesai, ternyata jam masih menunjukan sekitar pukul 07.30, kami pun akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu mengingat kondisi perut kami yang belum terisi sarapan. Setelah sarapan bersama ayah saya, kamipun segera menuju ruang tunggu untuk selanjutnya menunggu giliran untuk boarding ke pesawat dan tentunya dengan berpamitan kepada ayah saya yang telah ditakdirkan Allah untuk tidak ikut pada trip atau perjalanan kami kali ini karena satu dan lain hal, ketika sampai di boarding area, kami adalah yang pertama sampai mengingat jumlah penumpang dari Jakarta yang memang hanya sedikit, kami sampai sekitar pukul 08.15 di boarding area, mengingat waktu yang masih cukup banyak, akhirnya saya pun memutuskan untuk melaksanakan salah satu sunnah di dalam Islam yaitu solat dhuha, dan setelah itu saya mulai melanjutkan sms ria saya bersama orang tersebut(meskipun dari pagi hingga sekarang: 13.31 saya masih melakukannya).
Saya juga membaca koran untuk mengisi waktu luang, saya sengaja tidak mendengarkan musik karena saya ingin menghemat baterei hp saya karena saya menyimpan charger hp saya di koper yang telah di letakkan di bagasi pesawat yang insyaAllah akan saya tumpangi. Tidak terasa waktu telah menunjukan tepat pukul 09.00 dan saya segera menunggu panggilan untuk boarding ke pesawat. Lalu speaker atau pengeras suara mulai berdengum, dan munculah sebuah suara yang ternyata membawa berita buruk bagi kami dan seluruh penumpang lainnya yaitu bahwa keberangkatan kami ditunda 40 menit karena ada masalah operasional(bukan teknis), awalnya kami cukup kecewa tetapi kami terima berita itu pada akhirnya. Dan tidak terasa, dengan mengobrol dan kembali membaca, saya juga tidak merasa bahwa jam telah menunjukan pukul 09.40.
Agak meleset sedikit, ternyata jam menunjukan sekitar pukul 09.50 dan saya melihat seluruh kru kabin beserta pilot dan kopilot di depan mereka berjalan membawa koper mereka keluar dari peawat melewati ruang boarding yang saya tempati. Saya bertanya-tanya: "Apa yang terjadi?". Ternyata suara yang sebelumnya membawa berita yang tidak kami inginkan itu pun kembali terdengar dari pengeras suara atau speaker di ruang tunggu. Dan sangat mengecewakan bahwa suara terebut kembali membawa berita yang sangat sangat tidak saya inginkan yaitu keberangkatan kami kembali di delay selama 1 jam sehingga kami baru bisa berangkat pada pukul 10.40 itu juga jika Allah mengizinkan.
Salah satu kru kabin pesawat memberi bocoran bahwa pesawat mengalami sedikit kerusakan yang menyebabkan pilot dan kopilot beserta segenap kru kabin yang bertugas tidak mau untuk menggunakan pesawat tersebut, dengan maksud untuk meredam kekecewaan penumpang, akhirnya para penumpang di alihkan ke salah satu fasilitas lounge yang ada di airport ini, ternyata kru pesawat memutuskan untuk mengganti pesawat. Ini merupakan firasat bahwa lounge yang sekarang sedang saya tempati dan disinilah saya memposting blog ini adalah alamat menuju boarding yang jauh-jauh lebih lama.
Ternyata itu 100000000000000000000000000000000000000000000000000% benar, terbukti dengan saya sampai dapat melakukan posting ini di komputer yang berada di ruang lounge tersebut. Setidaknya rasa kekecewaan saya dapat terobati oleh hidangan yang disediakan beserta kenyamanan yang agak sedikit lebih dibandingkan di boarding area normal. Tetapi setelah menikmati hidangan, minuman, ke kamar mandi, koran, beristirahat, mendengarkan musik, sampai membaca majalah serta menonton tv dan ngobrol kanan kiri sampai memposting blog ini, kami belum juga diberangkatkan dan tidak ada kisi-kisi sedikitpun kapan kami akan diberangkatkan. Walau ada kabar burung yang mengatakan bahwa kami insyaAllah akan diberangkatkan pada pukul 14.00.
Teman-temanku dan segenap muslimin dan musliman, do'akan lah saya agar delay ini tidak berlarut-larut. Mungkin yang bisa mengobati perasaan saya hanyalah menginjak tanah tempat tujuan saya. Dan tidak lupa saya mengatakan kepada seseorang yang telah disebutkan diatas yaitu satu-satunya orang yang saya sayangi: "Sampai jumpa lagi!"
Oh ya, mengingat adanya kemungkinan besar bahwa saya tidak akan posting sesering dan tidak akan ol selama dan juga sesering seperti ketika saya berada di tanah liburan saya dimana di tanah itu tante, om, dan kedua adik sepupu saya tinggal saat ini, dan hp yang kemungkinan inactive, saya hanya bisa mengucapkan:
1. Terima kasih untuk seluruh teman-teman saya.
2. Sampai jumpa untuk seluruh teman-teman saya yang akan meninggalkan kampus al-azhar KP(saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal).
3. Maafkan seluruh kesalahan saya selama ini.
4. Jangan lupakan saya setelah saya kembali dari perjalanan panjang saya ini.
5. I LOVE YOU ALL, PEACE!!!!!
dalam posting ini seharusnya saya menampilkan foto PEACE juga tetapi berhubung di lounge ini CPU disembunyikan maka saya insyaAllah akan melampirkannya sesampainya saya di tempat liburan saya!
Di posting singkat(insyaAllah) yang saya tulis di komputer di salah satu lounge di Bandara Internasional Sukarno-Hatta ni, saya berniat untuk membagi pengalaman yang bagi saya cukup agak sedikit sadis ini sembari menghabiskan waktu menunggu kepastian(puitis...)
Mestinya hari ini, gw berangkat jalan-jalan bersama adek, nyokap, yangti(nenek), dan yangkong(kakek) gw ke suatu tempat dengan menaiki jasa penerbangan sebuah maskapai yang SEMESTINYA sudah profesional. Ayah saya tidak dapat ikut dalam perjalanan selama 22 hari kedepan ini atau mudahnya, saya baru akan kembali ke tanah air tercinta tumpah darah bumi pertiwi Indonesiaku ini pada 10 Juli 2009 malam.
Dalam penerbangan awal yang dijadwalkan saya akan boarding pada pukul 06.30 pagi ini, kemarin saya mendapat kabar bahwa penerbangan atau boarding akan dilaksanakan pada pukul 09.00, saya sedikit bernafas lega karena setidaknya saya bisa bangun agak lebih siang. Sayapun bangun pukul 04.20 pagi ini, walau sudah kesiangan, tetapi saya segera bersiap-siap dan melaksanakan kewajiban saya, yaitu solat tentunya, lalu, ketika saya membuka hp saya, ternyata orang yang saya sayangi selama ini semalam telah mengirimkan balasan dari sms yang sebelumnya telah saya kirimkan kepadanya, orang tersebut adalah "...". Hahaha, "That's my secret". Never mind!
Setelah itu dengan spontan yang juga sudah merupakan sunatullah, saya membalas smsnya saat itu juga, ternyata dia dengan cepat membalsnya, ketika saya menanyakan kepadanya mengapa dia masih/sudah bangun/terjaga, dia menjawab bahwasannya dia tidak dapat tidur atau susah tidur, akhirnya jadilah saya ber-sms ria dengannya sampai saat ini(pukul 13.21 di lounge) dan mudah-mudahan sampai selamanya...
Akhirnya mengingat waktu dan dikhawatirkan akan terjadi kemacetan di Jakarta maka saya segera mandi dan menyiapkan apa saja yang belum atau lupa saya bawa dan berangkatlah saya menuju airport. Sesampainya di airport, jam masih menunjukan sekitar pukul 07.00 akhirnya kami memutuskan untuk check in(bukan "check in") terlebih dahulu agar kami bisa mendapatkan tempat duduk antara tengah sampai kedepan. Ternyata Allah belum menghendaki, kami mendapatkan baris ke 23 dari keseluruhan 30 baris, karena penumpang lain sudah reserve terlebih dahulu, awalnya kami sempat kecewa tetapi ya sudahlah, let it go.....
Setelah itu kami mengurus segala administrasi yang dibutuhkan untuk selanjutnya menuju ruang boarding, setelah selesai, ternyata jam masih menunjukan sekitar pukul 07.30, kami pun akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu mengingat kondisi perut kami yang belum terisi sarapan. Setelah sarapan bersama ayah saya, kamipun segera menuju ruang tunggu untuk selanjutnya menunggu giliran untuk boarding ke pesawat dan tentunya dengan berpamitan kepada ayah saya yang telah ditakdirkan Allah untuk tidak ikut pada trip atau perjalanan kami kali ini karena satu dan lain hal, ketika sampai di boarding area, kami adalah yang pertama sampai mengingat jumlah penumpang dari Jakarta yang memang hanya sedikit, kami sampai sekitar pukul 08.15 di boarding area, mengingat waktu yang masih cukup banyak, akhirnya saya pun memutuskan untuk melaksanakan salah satu sunnah di dalam Islam yaitu solat dhuha, dan setelah itu saya mulai melanjutkan sms ria saya bersama orang tersebut(meskipun dari pagi hingga sekarang: 13.31 saya masih melakukannya).
Saya juga membaca koran untuk mengisi waktu luang, saya sengaja tidak mendengarkan musik karena saya ingin menghemat baterei hp saya karena saya menyimpan charger hp saya di koper yang telah di letakkan di bagasi pesawat yang insyaAllah akan saya tumpangi. Tidak terasa waktu telah menunjukan tepat pukul 09.00 dan saya segera menunggu panggilan untuk boarding ke pesawat. Lalu speaker atau pengeras suara mulai berdengum, dan munculah sebuah suara yang ternyata membawa berita buruk bagi kami dan seluruh penumpang lainnya yaitu bahwa keberangkatan kami ditunda 40 menit karena ada masalah operasional(bukan teknis), awalnya kami cukup kecewa tetapi kami terima berita itu pada akhirnya. Dan tidak terasa, dengan mengobrol dan kembali membaca, saya juga tidak merasa bahwa jam telah menunjukan pukul 09.40.
Agak meleset sedikit, ternyata jam menunjukan sekitar pukul 09.50 dan saya melihat seluruh kru kabin beserta pilot dan kopilot di depan mereka berjalan membawa koper mereka keluar dari peawat melewati ruang boarding yang saya tempati. Saya bertanya-tanya: "Apa yang terjadi?". Ternyata suara yang sebelumnya membawa berita yang tidak kami inginkan itu pun kembali terdengar dari pengeras suara atau speaker di ruang tunggu. Dan sangat mengecewakan bahwa suara terebut kembali membawa berita yang sangat sangat tidak saya inginkan yaitu keberangkatan kami kembali di delay selama 1 jam sehingga kami baru bisa berangkat pada pukul 10.40 itu juga jika Allah mengizinkan.
Salah satu kru kabin pesawat memberi bocoran bahwa pesawat mengalami sedikit kerusakan yang menyebabkan pilot dan kopilot beserta segenap kru kabin yang bertugas tidak mau untuk menggunakan pesawat tersebut, dengan maksud untuk meredam kekecewaan penumpang, akhirnya para penumpang di alihkan ke salah satu fasilitas lounge yang ada di airport ini, ternyata kru pesawat memutuskan untuk mengganti pesawat. Ini merupakan firasat bahwa lounge yang sekarang sedang saya tempati dan disinilah saya memposting blog ini adalah alamat menuju boarding yang jauh-jauh lebih lama.
Ternyata itu 100000000000000000000000000000000000000000000000000% benar, terbukti dengan saya sampai dapat melakukan posting ini di komputer yang berada di ruang lounge tersebut. Setidaknya rasa kekecewaan saya dapat terobati oleh hidangan yang disediakan beserta kenyamanan yang agak sedikit lebih dibandingkan di boarding area normal. Tetapi setelah menikmati hidangan, minuman, ke kamar mandi, koran, beristirahat, mendengarkan musik, sampai membaca majalah serta menonton tv dan ngobrol kanan kiri sampai memposting blog ini, kami belum juga diberangkatkan dan tidak ada kisi-kisi sedikitpun kapan kami akan diberangkatkan. Walau ada kabar burung yang mengatakan bahwa kami insyaAllah akan diberangkatkan pada pukul 14.00.
Teman-temanku dan segenap muslimin dan musliman, do'akan lah saya agar delay ini tidak berlarut-larut. Mungkin yang bisa mengobati perasaan saya hanyalah menginjak tanah tempat tujuan saya. Dan tidak lupa saya mengatakan kepada seseorang yang telah disebutkan diatas yaitu satu-satunya orang yang saya sayangi: "Sampai jumpa lagi!"
Oh ya, mengingat adanya kemungkinan besar bahwa saya tidak akan posting sesering dan tidak akan ol selama dan juga sesering seperti ketika saya berada di tanah liburan saya dimana di tanah itu tante, om, dan kedua adik sepupu saya tinggal saat ini, dan hp yang kemungkinan inactive, saya hanya bisa mengucapkan:
1. Terima kasih untuk seluruh teman-teman saya.
2. Sampai jumpa untuk seluruh teman-teman saya yang akan meninggalkan kampus al-azhar KP(saya tidak akan mengucapkan selamat tinggal).
3. Maafkan seluruh kesalahan saya selama ini.
4. Jangan lupakan saya setelah saya kembali dari perjalanan panjang saya ini.
5. I LOVE YOU ALL, PEACE!!!!!
dalam posting ini seharusnya saya menampilkan foto PEACE juga tetapi berhubung di lounge ini CPU disembunyikan maka saya insyaAllah akan melampirkannya sesampainya saya di tempat liburan saya!

Langganan:
Postingan (Atom)
