Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Fotocopy-an Biologi pertama dengan materi ruang lingkup biologi, silakan download, ready print as always.
Biologi_Ruang Lingkup Biologi
Selamat belajar dan mohon maaf apabila ada kekurangan.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Selasa, 28 September 2010
Agama_Makna Al-Qur'an
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Fotocopy-an Agama pertama dengan materi makna Al-Qur'an(dalam bentuk soal), silakan download, ready print as always.
Agama_Makna Al-Qur'an
Selamat belajar dan mohon maaf apabila ada kekurangan.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Fotocopy-an Agama pertama dengan materi makna Al-Qur'an(dalam bentuk soal), silakan download, ready print as always.
Agama_Makna Al-Qur'an
Selamat belajar dan mohon maaf apabila ada kekurangan.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Jadwal Pelajaran Kelas X-6 Per Tanggal 02 Agustus 2010
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bagi yang butuh jadwal lengkap harian kita, silakan download file di bawah ini, ready print kok:
Jadwal Pelajaran Kelas X-6 02-08-10 sampai SEKARANG.pdf
Selamat menikmati dan mohon maaf apabila ada kekurangan.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bagi yang butuh jadwal lengkap harian kita, silakan download file di bawah ini, ready print kok:
Jadwal Pelajaran Kelas X-6 02-08-10 sampai SEKARANG.pdf
Selamat menikmati dan mohon maaf apabila ada kekurangan.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Minggu, 25 Juli 2010
Jadwal Pelajaran Kelas X-6
Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Jadwal pelajaran untuk kelas X-6 yang Insya ALLAH berlaku per tanggal 26 Juli 2010:
Bagi yang membutuhkan versi ready print yang Insya ALLAH lebih bagus, silakan download dengan meng-klik link ini: Jadwal Pelajaran Kelas X-6
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan di pergunakan seperlunya.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Jadwal pelajaran untuk kelas X-6 yang Insya ALLAH berlaku per tanggal 26 Juli 2010:
| Jadwal Pelajaran Kelas X-6 | |||||
| Senin | Ruang | Selasa | Ruang | Rabu | Ruang |
| Bhs. Indonesia | 106 | Bhs. Arab | 203 | PPKn | 208 |
| Bhs. Indonesia | 106 | Bhs. Arab | 203 | PPKn | 208 |
| Kimia | 402 | Sosiologi | 206 | Bhs. Inggris | 406 |
| Kimia | 402 | Sosiologi | 206 | Bhs. Inggris | 406 |
| (Istirahat) | (Ist) | (Istirahat) | (Ist) | (Istirahat) | (Ist) |
| Al-Qur'an | 203 | Matematika | 403 | Fisika | 404 |
| Al-Qur'an | 203 | Matematika | 403 | Fisika | 404 |
| (Solat Dzuhur) | (Slt) | (Solat Dzuhur) | (Slt) | (Solat Dzuhur) | (Slt) |
| Bhs. Inggris | 406 | Bhs. Inggris | 406 | Ekonomi | 401 |
| Kesenian | 105 | Agama | 405 | Geografi | 201 |
| Kesenian | 105 | Agama | 405 | Geografi | 201 |
| Kamis | Ruang | Jumat | Ruang | ||
| Penjas | 108 | Bhs. Sunda | 405 | ||
| Penjas | 108 | Matematika | 403 | ||
| Sejarah | 207 | Matematika | 403 | ||
| Agama | 405 | (Istirahat) | (Ist) | ||
| (Istirahat) | (Ist) | Bhs. Indonesia | 106 | ||
| Biologi | 209 | Ekonomi | 401 | ||
| Biologi | 209 | Ekonomi | 401 | ||
| (Solat Dzuhur) | (Slt) | (Solat Jumat) | (Slt) | ||
| Fisika | 404 | TIK | 301 | ||
| Ta'fidz | 202 | TIK | 301 | ||
| Bhs. Indonesia | 106 | ||||
Bagi yang membutuhkan versi ready print yang Insya ALLAH lebih bagus, silakan download dengan meng-klik link ini: Jadwal Pelajaran Kelas X-6
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan di pergunakan seperlunya.
Billahit Taufieq wal Hidaayah.
Wassalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Salam Kenal Penghuni Kelas X-6
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Salam kenal para penghuni kelas X-6! Mungkin bagi yang dulu ber-SMP di SMP Islam Al-Azhar 8 Kemang Pratama terutama di kelas IX-C sudah tidak asing dengan blog ini dan sistematikanya.
Kalau begitu akan saya jelaskan sedikit, blog ini merupakan blog dengan pemilik tunggal yang memilki hak milik penuh yaitu Adhika Widya Sena yang sejak dulu Alhamdulillah telah beberapa kali di amanatkan sebagai bendahara kelas. Kegunaan blog ini adalah:
- Menginformasikan berbagai hal yang berhubungan dengan orang banyak, apalagi yang harus segera di informasikan.
- Menyimpan dan mempublikasikan materi-materi yang telah di fotocopy dan di bagikan kepada seluruh kelas, di khawatirkan ada yang hilang, dapat men-download-nya di blog ini.
- Menyebarkan materi dalam keadaan darurat, misalkan materi fotocopy-an untuk esok hari baru di berikan hari ini dan tidak sempat jika baru di berikan besok dan tidak sempat juga jika di fotocopy dan di bagikan hari itu juga, maka materi tersebut hari itu juga akan saya upload ke blog ini sehingga dapat di-download dan digunakan hari itu juga.
- Untuk keperluan lainnya yang dibutuhkan.
Selain itu tidak usah khawatir jika komputer kalian masih menggunakan software-software lawas, karena Insya ALLAH di blog ini, file yang saya upload akan dapat di gunakan oleh semua jenis dan versi komputer, bahkan sebagian jenis HP, dengan kualitas yang tetap baik tentunya.
Demikian perkenalan awal kita di awal tahun ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurang jelasan informasi, dapat segera di tanyakan langsung ke saya. Semoga kita dapat bekerja sama dengan harmonis untuk kedepannya. Amin... Amin ya rabbal 'alamin.
Billahit taufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Kamis, 22 Juli 2010
Tanda Terima Infaq Kelompok 2(Semarang)
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Posting kali ini di tujukkan khusus untuk seluruh anggota "Kelompok 2" atau yang lebih di kenal dengan nama "Kelompok Semarang" pada masa orientasi murid SMA Islam Al-Azhar 4 Kemang Pratama.
Atas keputusan yang telah di musyawarahkan, maka hadiah berupa uang tunai sebesar Rp200.000,00 dari Pocari Sweat karena menjadi juara 2 pada saat game waktu itu, uang tersebut di infaq-an seluruhnya ke masjid. Dan telah di putuskan pula bahwa masjid yang di maksud adalah masjid yang terletak tidak jauh dari rumah saya tepatnya Masjid Jannatul Firdaus yang beralamat di Jl. Taman Soka II/III Blok N3 Taman Galaxi Indah, Bekasi Selatan 17147. Dengan nomor telepon kantor sekertariat di 021-82407289. Dana tersebut telah di infaq-an pada Kamis, 22 Juli 2010 langsung oleh Adhika Widya Sena dan di terima oleh Bapak Samsudin Nur.
Untuk lebih meyakinkan, telah saya lampirkan scan-an dari tanda terima infaq tersebut:
Semoga inafaq tersebut dapat membuka lebar jalan kita dan memudahkan kita menuju kesuksesan. Amin... Amin ya rabbal 'alamin.
Billahit taufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Minggu, 18 Juli 2010
Surat Edaran Ijazah
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Beglano sehubungan dengan telah keluarnya ijazah dari Diknas dan kewajiban cap tiga jari ijazah tersebut secepatnya di taha usaha SMP Islam Al-Azhar 8, terdapat sebuah surat edaran dari sekolah. Untuk kelas 9-C di pegang oleh Adhika Widya Sena. Mungkin bagi yang melanjutkan SMA-nya di SMA Islam Al-Azhar 4, surat tersebut telah saya berikan, tetapi bagi yang melanjutkan SMA-nya di tempat lain dan tidak dapat mengambil surat edaran tersebut ke Adhika, telah saya sediakan di blog ini.
Mohon maaf jika ada kekurang nyamanan pembacaan karena label "COPY", ini saya lakukan untuk menghindari penyalahgunaan kop Al-Azhar tersebut. Untuk jenis file saya sediakan dalam bentuk *.jpg dan *.pdf.
Format *.jpg:
Format *.pdf:
Semoga berguna ya apalagi untuk yang sekolahnya jauh, mohon maaf atas keterlambatannya.
Billahit taufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Minggu, 11 Juli 2010
Tanda Terima Infaq Beglano
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Beglano, masih ingat kan dengan iuran jaket angkatan kita? Alhamdulillah kita mendapatkan discount dari produsen jaket tersebut karena kita memesan dalam jumlah yang cukup besar sehingga setelah pelunasan keseluruhan biaya produksi jaket tersebut, masih tersisa uang sejumlah Rp500.000,00 yang merupakan kelebihan dari keseluruhan iuran jaket angkatan tersebut.
Selain dana tersebut sulit untuk di alokasikan dalam kegiatan-kegiatan kita selanjutnya dan tidak ada celah peng-alokasian dana tersebut, pembagian merata dana tersebut kepada seluruh anggota Beglano-pun sulit untuk di lakukan. Maka dengan ini di ambillah jalan yang halalan tayyiban yaitu dengan meng-infaq-kan dana tersebut ke salah satu masjid yang baru selesai melaksanakan perluasan tetapi belum lunas biayanya.
Alhamdulillah dana tersebut telah di-infaq-kan langsung oleh Adhika Widya Sena selaku Ketua Panitia ke Yayasan Janatul Firdaus yang beralamatkan di Jl. Taman Soka II/III Blok N3 Taman Galaxi Indah-Bekasi Selatan 17147 dengan nomor telepon dan fax kantor sekertariat di 021-82407289 pada Jumat, 02 Juli 2010 langsung kepada Panitia ZISWAF, Bapak Yasman.
Sebagai bukti pen-infaq-an dana tersebut, maka di bawah ini telah saya lampirkan copy-an dari tanda terima infaq tersebut.
Mohon maaf atas keterlambatan pemberitahuannya karena adanya masalah teknis. Semoga dengan amal kita bersama ini, di mudahkan dan di lapangkan jalan kita menuju kesuksessan di masa depan dan tentunya jalan kita menuju surga-Nya ALLAH SWT. Amin... Amin ya rabbal 'alamin.
Billahittaufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Kamis, 24 Juni 2010
365 Hari
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
365 hari...
365 hari, telah berlalu...
365 hari telah berlalu, semenjak aku merasakan getirnya perpisahan...
365 hari telah berlalu semenjak aku merasakan getirnya perpisahan, dan kegetiran itu menjadi bertambah pahit saat aku merasakan kehilangan...
Dan aku tak pernah berharap dapat merasakan kembali getirnya perpisahan dan pahitnya kehilangan...
Tetapi aku sadar bahwa suatu saat aku akan merasakan kembali pahit getirnya perpisahan dan kehilangan...
Walau aku tak pernah berharap saat itu adalah 365 hari setelah hatiku merasakan pahit getirnya perpisahan dan kehilangan yang sampai saat ini masih meninggalkan jejak panjang di dalam hatiku.
Jejak yang telah tersapu ombak manisnya kebahagiaan dan nikmatnya kebersamaan yang telah aku rasakan selama 365 hari ini, hanya tinggal menyisakan jejak panjang yang samar, tetapi hari ini jejak itu seakan di ukir kembali oleh alunan langkah kaki yang berjalan perlahan, menapak dengan irama yang semakin lama semakin kabur, semakin tenggelam, dan akhirnya menghilang di tengah deruan ombak, meninggalkan aku.
Matahari menghilang, diiringi dengan menghitamnya langit, ombak perlahan memperlambat tabuhannya, kemudian mengelus kakiku, lembut, berirama dengan irama yang halus, pelan, seakan ikut merasakan apa yang hatiku rasakan.
Aku duduk termenung di pesisir, menatap jejak panjang yang telah kembali terukir, di payungi oleh langit yang hitam, di temani irama ombak yang seakan merasakan apa yang aku rasakan sambil diiringi nyanyian pesisir malam.
Hatiku sempat gundah, bergejolak, memecahkan irama yang ada di pesisir malam itu.
Tak lama, angin yang berlalu, sayup-sayup sampai, mengelus wajahku, kemudian merangkul pundakku, menenangkan aku.
Angin itu seakan meraba kedalam hatiku, menyejukkan kegundahan hatiku, menenangkan gejolak hatiku, sehingga irama malam itu kembali dapat kurasakan menemaniku.
Cahaya bulan sesaat menyinari pesisir, cahayanya redup, tetapi menambah jelas jejak panjang di sepanjang pesisir, membuatku tambah meratapinya.
Hatiku menunduk, menangis, aku tak mampu menahan tangisan hatiku, kedua mataku pun ikut menangis, menangis bersama hatiku.
Tak ada air mata yang berjatuhan, mereka mengalir dari kedua sudut mataku, mengalir membasuh pipiku, membasahi wajahku, seakan ingin menyampaikan kedukaan pada wajahku, wajahkupun menerima isyarat tersebut, sampai air mataku berakhir di bawah daguku, jatuh menetes, dan membasahi pasir yang ada di bawahnya.
Lautan menyaksikkanku, langit yang hitampun menyaksikkanku, angin yang merangkulku menyaksikkanku.
Mereka semua terdiam, lautan tidak mengelus kakiku lagi, langit hitam menutupi bulan dan menenggelamkannya, cahaya redup yang sebelumnya menyinari jejak tersebut menghilang bersama dengan bulan tersebut, angin yang merangkulku meninggalkanku, meninggalkanku dalam kesendirianku, dalam kesedihanku.
Tetapi mereka tetap menyaksikkan aku malam itu, tiba-tiba ada air yang menetes di pipiki yang telah di basahi air mataku, dingin kurasakan di pipiku, kurebahkan tubuhku di atas pasir, ku tatap langit, hitam legam, kemudian tetesan air menyapaku, jatuh di tubuhku, menyampaikan pesan duka dari langit.
Aku rasakan dinginnya air itu, mendera tubuhku terus menerus, tanpa henti.
Hatiku mendengar terompet yang di tiup dari atas langit, seakan memerintahkan angin menyapu pesisir yang telah di landa hujan malam itu, menyapuku, tambah ku rasakan dinginnya malam itu, sangat dingin, tetapi aku tak bergerak, aku menghormati ucapan duka dari malam itu, mereka ikut berkabung bersamaku malam itu.
Aku menutup mataku, tubuhku yang telah kedinginan lambat laun dapat menikmati malam itu, hujan di malam itu menyelimutiku, angin malam mengelus keningku, menenggelamkanku dalam malam yang berkabung, mengistirahatkan tubuhku, jiwaku, dan hatiku.
Cahaya hangat membangunkanku dari istirahatku, deruan ombak yang riang menyapaku, angin lembut membantuku mengumpulkan pikiranku.
Saat aku sadar, aku menerima semua kebaikan yang telah pesisir itu berikan pagi itu.
Aku menatap jejak panjang yang kemarin telah terukir jelas, jejak itu sudah kacau, terputus, bahkan ada yang hilang, saatku mengingat kembali, hujan semalam telah mengisi jejak tersebut, ombak semalam menyapunya, dan angin malam menutupnya.
Apa yang terjadi? Ribuan pertanyaan seperti itu mengisi pikiranku.
Angin pagi itu seakan mengulurkan tangannya dan membangunkanku, membuatku berdiri, irama pagi itu seakan nyanyian yang syarat akan pesan di telingaku.
Aku mendengarkan pesan itu, mataku terbelalak, wajahku terperangah, aku di sadarkan pagi itu bahwa aku hanya akan merasakan pahit getir dan dinginnya perpisahan dan kehilangan jika aku hanya duduk termenung setiap malam di pesisir itu meratapi jejak yang telah terukir.
Akalku kembali bekerja, aku sadar, aku harus tetap berjalan, berlari mengejar asaku, masih banyak pesisir di hatiku, masih banyak matahari di hatiku, dan semakin banyak, aku tak perlu mengejar jejak yang terukir dalam di pesisir-pesisir di hatiku, aku hanya perlu terus berlari mengejar asaku, menggapai mimpiku, dan menggenggam matahari, kelak hatiku akan mengantarku kepada pemilik kaki-kaki yang telah melangkah di pesisir hatiku dan meninggalkan jejak tapaknya di sana.
Yang terpenting aku harus siap untuk bertemu dengan mereka di hari itu, di saat itu, di saat hatiku mengentarkan mereka padaku, dan aku harus sudah dapat tersenyum lebar di hari itu.
Billahittaufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
365 hari...
365 hari, telah berlalu...
365 hari telah berlalu, semenjak aku merasakan getirnya perpisahan...
365 hari telah berlalu semenjak aku merasakan getirnya perpisahan, dan kegetiran itu menjadi bertambah pahit saat aku merasakan kehilangan...
Dan aku tak pernah berharap dapat merasakan kembali getirnya perpisahan dan pahitnya kehilangan...
Tetapi aku sadar bahwa suatu saat aku akan merasakan kembali pahit getirnya perpisahan dan kehilangan...
Walau aku tak pernah berharap saat itu adalah 365 hari setelah hatiku merasakan pahit getirnya perpisahan dan kehilangan yang sampai saat ini masih meninggalkan jejak panjang di dalam hatiku.
Jejak yang telah tersapu ombak manisnya kebahagiaan dan nikmatnya kebersamaan yang telah aku rasakan selama 365 hari ini, hanya tinggal menyisakan jejak panjang yang samar, tetapi hari ini jejak itu seakan di ukir kembali oleh alunan langkah kaki yang berjalan perlahan, menapak dengan irama yang semakin lama semakin kabur, semakin tenggelam, dan akhirnya menghilang di tengah deruan ombak, meninggalkan aku.
Matahari menghilang, diiringi dengan menghitamnya langit, ombak perlahan memperlambat tabuhannya, kemudian mengelus kakiku, lembut, berirama dengan irama yang halus, pelan, seakan ikut merasakan apa yang hatiku rasakan.
Aku duduk termenung di pesisir, menatap jejak panjang yang telah kembali terukir, di payungi oleh langit yang hitam, di temani irama ombak yang seakan merasakan apa yang aku rasakan sambil diiringi nyanyian pesisir malam.
Hatiku sempat gundah, bergejolak, memecahkan irama yang ada di pesisir malam itu.
Tak lama, angin yang berlalu, sayup-sayup sampai, mengelus wajahku, kemudian merangkul pundakku, menenangkan aku.
Angin itu seakan meraba kedalam hatiku, menyejukkan kegundahan hatiku, menenangkan gejolak hatiku, sehingga irama malam itu kembali dapat kurasakan menemaniku.
Cahaya bulan sesaat menyinari pesisir, cahayanya redup, tetapi menambah jelas jejak panjang di sepanjang pesisir, membuatku tambah meratapinya.
Hatiku menunduk, menangis, aku tak mampu menahan tangisan hatiku, kedua mataku pun ikut menangis, menangis bersama hatiku.
Tak ada air mata yang berjatuhan, mereka mengalir dari kedua sudut mataku, mengalir membasuh pipiku, membasahi wajahku, seakan ingin menyampaikan kedukaan pada wajahku, wajahkupun menerima isyarat tersebut, sampai air mataku berakhir di bawah daguku, jatuh menetes, dan membasahi pasir yang ada di bawahnya.
Lautan menyaksikkanku, langit yang hitampun menyaksikkanku, angin yang merangkulku menyaksikkanku.
Mereka semua terdiam, lautan tidak mengelus kakiku lagi, langit hitam menutupi bulan dan menenggelamkannya, cahaya redup yang sebelumnya menyinari jejak tersebut menghilang bersama dengan bulan tersebut, angin yang merangkulku meninggalkanku, meninggalkanku dalam kesendirianku, dalam kesedihanku.
Tetapi mereka tetap menyaksikkan aku malam itu, tiba-tiba ada air yang menetes di pipiki yang telah di basahi air mataku, dingin kurasakan di pipiku, kurebahkan tubuhku di atas pasir, ku tatap langit, hitam legam, kemudian tetesan air menyapaku, jatuh di tubuhku, menyampaikan pesan duka dari langit.
Aku rasakan dinginnya air itu, mendera tubuhku terus menerus, tanpa henti.
Hatiku mendengar terompet yang di tiup dari atas langit, seakan memerintahkan angin menyapu pesisir yang telah di landa hujan malam itu, menyapuku, tambah ku rasakan dinginnya malam itu, sangat dingin, tetapi aku tak bergerak, aku menghormati ucapan duka dari malam itu, mereka ikut berkabung bersamaku malam itu.
Aku menutup mataku, tubuhku yang telah kedinginan lambat laun dapat menikmati malam itu, hujan di malam itu menyelimutiku, angin malam mengelus keningku, menenggelamkanku dalam malam yang berkabung, mengistirahatkan tubuhku, jiwaku, dan hatiku.
Cahaya hangat membangunkanku dari istirahatku, deruan ombak yang riang menyapaku, angin lembut membantuku mengumpulkan pikiranku.
Saat aku sadar, aku menerima semua kebaikan yang telah pesisir itu berikan pagi itu.
Aku menatap jejak panjang yang kemarin telah terukir jelas, jejak itu sudah kacau, terputus, bahkan ada yang hilang, saatku mengingat kembali, hujan semalam telah mengisi jejak tersebut, ombak semalam menyapunya, dan angin malam menutupnya.
Apa yang terjadi? Ribuan pertanyaan seperti itu mengisi pikiranku.
Angin pagi itu seakan mengulurkan tangannya dan membangunkanku, membuatku berdiri, irama pagi itu seakan nyanyian yang syarat akan pesan di telingaku.
Aku mendengarkan pesan itu, mataku terbelalak, wajahku terperangah, aku di sadarkan pagi itu bahwa aku hanya akan merasakan pahit getir dan dinginnya perpisahan dan kehilangan jika aku hanya duduk termenung setiap malam di pesisir itu meratapi jejak yang telah terukir.
Akalku kembali bekerja, aku sadar, aku harus tetap berjalan, berlari mengejar asaku, masih banyak pesisir di hatiku, masih banyak matahari di hatiku, dan semakin banyak, aku tak perlu mengejar jejak yang terukir dalam di pesisir-pesisir di hatiku, aku hanya perlu terus berlari mengejar asaku, menggapai mimpiku, dan menggenggam matahari, kelak hatiku akan mengantarku kepada pemilik kaki-kaki yang telah melangkah di pesisir hatiku dan meninggalkan jejak tapaknya di sana.
Yang terpenting aku harus siap untuk bertemu dengan mereka di hari itu, di saat itu, di saat hatiku mengentarkan mereka padaku, dan aku harus sudah dapat tersenyum lebar di hari itu.
Billahittaufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Minggu, 02 Mei 2010
Ketentuan Perpisahan di Bali
Assalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Download Ketentuan Perpisahan di Bali(*.pdf)
Selamat berlibur!
Billahit taufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Ketentuan pelaksanaan perpisahan angkatan 11 SMP Islam Al-Azhar 8 dari berangkat sampai kembali pulang ke kampung halaman(di baca: Bekasi). Formatnya *.pdf.
Download Ketentuan Perpisahan di Bali(*.pdf)
Selamat berlibur!
Billahit taufieq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Langganan:
Postingan (Atom)



